Pages

  • Ayat Amat Cinta


 ayat amat cinta
Jangan kaitin buku ini sama AAC, jauh banget ama tuh pilem.
Kalo pilem Ayat-Ayat Cinta bikin kita nangis
Kalo buku Ayat Amat Cinta bikin kita ketawa ngakak.
Nggak percaya? Nggak percaya?
Ya iyalah, mana bisa percaya kalo belum baca?
Makanya, buruan beli nih buku, baca di dalam kamar, jangan baca di mobil angkot. Bisa berabe, nanti kamu malah disangka "miring" gara-gara ketawa sendirian.
Hehehe… (tuh kan, belom apa-apa udah ketawa).
Hihihi... (yeee, entar dulu ketawanya. Sabar... sabar...)
Hohoho... (wah, kayanya ada yang nggak beres, nih)
Ya udahlah, intinya sih, buku ini cocok banget buat kamu yang hobi ketawa.
Hahahahahahaha....

Serial Komedi

Maryam mah Kapok




Diam-diam Maryamah bersembunyi dibalik pintu untuk menunggu Ida pulang belanja. Ini adalah pembalasan dendam Nyi Mercon yang sakit hati pada suami korban. Begitu Ida memasuki rumah, dengan gerak terlatih Maryamah melemparkan mercon ke dalam keranjang belanjaan yang ditenteng Ida.

TAR TAR TAR TAR! Suara letusan sambung-menyambung.

Ida, yang sialnya punya penyakit latah, kontan meringkuk kayak pistol di lantai dengan sikap menyerah kalah.

„Kompeni... kompeni... eh, kompeni...!“ Ida meracau tak henti-henti kayak kaset rusak.

„Merdeka!“ Maryamah berteriak nyaring dan garing.

„Merdeka!“ sahut Ida latah.

Maryamah terkekeh-kekeh. Ia tambah iseng.

„Hidup Maryamah!“ pekik Maryamah penuh kebanggaan pada diri sendiri.

„Hidup!” Ida ngikut.

„Maryamah keren, booo!“

„Boooo!“

„Huahahaha!“

„Huahahaha!“

Sambil tertawa-tawa Maryamah pergi meninggalkan Ida yang masih jadi pistol-pistolan di lantai.

„Huahahaha... booo.... huahahaha....booo.... huahahaha....!“ Ida masih terus mengulang-ulang teriakan Maryamah tadi tanpa bisa berhenti.

Sejam kemudian Muktar tiba di rumah. Dia kaget melihat Ida kayak orang kesurupan, meringkuk sambil ketawa-ketawa sendiri. Bak anak muda pilem India, Muktar beraksi berlebihan untuk menyelamatkan istrinya.

„Kenapa kau, Istriku?“ Muktar merengkuh bahu Ida yang sudah lemas.

Hanya satu kata yang sanggup terucap dari mulut perempuan hamil itu,

„Booo... „

Lalu Ida pingsan.
  • Chat for A date?



  • Chat for A date?
    Chatting buat cari pacar, serius?
    Ya gitu deh yang terjadi belakangan ini di SMA 2000.
    Para ABG-ers itu kena demam chatting.
    Bahkan Icha, sohib Aisyah Putri yang belum lama pakai jilbab
    sampai punya rencana nikah muda setelah beberapa kali chatting
    dengan cowok yang punya nickname Cute Guy.
    Nikah?
    Ya ampyuuun... sampai segitunya?
    Ternyata lagi demam internet juga melanda abang-abangnya Aisyah Putri, lho
    Keempat cowok yang merasa ganteng itu ikut-ikutan chatting,
    blogging... friendster, multiply, face book, you know-lah...
    Eh, jangan lupa ada tips-tips dari Aisyah Putri supaya tetap pede
    Lah, apa hubungannya pede dengan chatting ya? hehehe.
    Terus tips chatting islami, bahkan ada bonus
    interview Aisyah dengan Mbak Asma Nadia, yang ternyata suka nge-net juga lho!
    Makanya bawa buku ini ke kasir
    biar ngintip halamannya-nya jadi halal! Hehehe...

    *******
    Buku ini merupakan seri revisi (bukan sekadar republish) dari Aisyah Putri Chat Online yang pernah diterbitkan penerbit syaamil
    Kali ini hadir dengan editing yang lebih baik, begitu juga ilustrasi isi yang lucu-lucu dan ilustrasi kaver yang menarik. Nggak cuma itu ditambah bonus tulisan baru.
    Apa jadinya kalau Aisyah Putri ketemu dengan Asma Nadia, si pengarangnya?
    Cari tahu hanya di edisi Chat for A date!
    Plus: tips biar pede dan internet-an ala Asma Nadia (hasil wawancara AP dengan AN, seru karena tiba-tiba ada pengganggu yang tulalit yang bolak balik muncul seperti iklan yang tidak diminta... lucu!:P)

    • Jadian, Boleh Dong?
    
    Masih ingat, kan sama Aisyah Putri, cewek sipit kelas I SMA yang disayang setengah mati oleh empat abangnya yang unik-unik itu? Iya… Aisyah Putri datang lagi dengan kemasan baru, lebih cantik plus bonus komik! Karya Asma Nadia, peraih tiga kali penghargaan Adikarya Ikapi sebagai salah satu penulis remaja terbaik nasional ini dijamin bikin kamu senyum, ketawa-ketiwi, sekaligus haru. FYI, serial Aisyah Putri ini merupakan seri remaja islami yang telah terjual lebih dari 50 ribu eksemplar.
    Jadian, Boleh Dong? Merupakan edisi revisi Aisyah putri: Mr. Penyair. Bedanya... ada cerita-cerita barunya juga plus... KOMIK!
    Endorsment:
    “Buku baru Asma Nadia pasti jaminan mutu! Harus cepat2 diburu!
    Kalo gak, huu pasti aku jadi malu! Yuuu, ke toko buku ....
    - Boim Lebon, Penulis Cerita Komedi Anak dan Remaja, Produser TV
    Sinopsis:
    Akhir-akhir ini Icha, salah satu sahabat Aisyah Putri, ribut banget soal pacaran. Boleh nggak sih dalam Islam?
    Ups, bukannya pacaran sering bikin emosi terganggu. Bikin resah kalau dia nggak SMS, nggak nelepon, nggak naruh status ‘jadian’ di Facebook, atau lama nggak kirim-kirim email misalnya… . Tapi Icha masih aja ngotot. Memangnya apa sih manfaat pacaran?
    Icha: Pacaran tuh biar ada tempat ngobrol, curhat, terus bantuin kalau
    ada masalah.
    Aisyah, dkk: Kenapa nggak ke Guru BP, aja atau ke psikolog kalau gitu?
    Icha: Pacaran biar ada yang nganterin ke sana ke mari, dong!
    Aisyah, dkk: Hihihi, ini pacar apa tukang ojek, ya?
    By the way, anyway, busway… masih panjang obrolan Icha VS Aisyah en friends: Retno, Elisa dan Linda… yang terakhir cewek bertubuh besar yang merasa mengerti bahasa…um… binatang?
    Oh, no! Maksud Linda… dia sangat yakin bisa mengerti bahasa … seluruh bakwan gorengan Ibu Kantin!
    “Whaaat?”
    “Yup…trust me. They call me all the time!”
    Jadi, itu alasan Linda sering ke kantin. Bukan karena dia suka makan… oh, jangan salah! Tapi karena hati kecil Linda nggak pernah tega mendengar jeritan bakwan-bakwan di kantin yang selalu memanggil-manggilnya, dalam ratapan melebihi anak tiri.
    “Mami Linda… Mamiiii… Mami Lindaaaa…”

    •  My Pinky Moments
    “Kenapa harus warna pink, sih?”
    “Karena hitam sudah dipakai untuk berkabung,” jawab Vincent.
    “Pink warna paling cerah”, kata Harap yang disambut anggukan kepala Hamka.
    Sementara Iid, abang Aisyah nomor empat, punya jawaban lain,
    “Sebab warna biru dan merah sudah dipakai Superman! Hehehe...”

    Hari-hari yang pinky sungguh membuat Aisyah bingung.
    Bingung dengan kelakuan keempat abangnya berburu hadiah serba pink. Bingung dengan ulah teman-temannya yang sibuk cari pasangan.
    Aisyah juga bingung, kenapa justru warna pink yang muncul di wajahnya ketika Mr. Penyair menghampiri.

    Lalu apa arti moment pink itu bagi Elisa, si mantan model? Kenapa pula bayangan valentine yang romantis dan pinky, mendadak berubah mengerikan dan penuh horor? Semua dimulai ketika lelaki valentine itu datang. Ya, laki-laki valentine itu…

    Aisyah Putri. Cewek sipit yang disayangi setengah mati oleh keempat kakaknya yang cowok semua itu, datang lagi. Lebih seru! Karya Asma Nadia, peraih tiga kali Penghargaan Adikarya Ikapi sebagai penulis fiksi remaja terbaik nasional ini, dijamin bikin kamu terhibur sekaligus berdebar!


    • Hidayah Buat Sang Bodyguard
    Aisyah Putri diam-diam punya bodyguard ! Terus kabarnya lagi, meski bodyguardnya berkulit gelap, tapi orangnya cool dan manis banget. Apalagi rambutnya rada-rada gondrong kayak aktor-aktor beken korea itu lho! Tapi, ngomong-ngomong sejak kapan sih Puput pakai Bodyguard.
    Asiyah Putri. Cewek sipit yang disayangi setengah mati oleh keempat kakaknya yang cowok semua itu, datang lagi. Lebih seru! Ditulis oleh Asma Nadia penulis fiksi remaja terbaik nasional, peraih penghargaan Adikarya Ikapi selama tiga kali.